STRATEGI KEUANGAN

STRATEGI KEUANGAN

Strategi keuangan bertujuan pemanfaatan sumberdaya keuangan untuk mendukung strategi bisnis, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Strategi keuangan ini mencakup strategi akuisisi modal, alokasi modal, alokasi diveden dan manajemen modal kerja.

Akuisisi modal biasanya menyangkut pertimbangan biaya modal yang wajar, proporsi utang jangka pendek dan jangka panjang, keseimbangan yang diinginkan antara pendanaan eksternal dan internal, resiko dan pembatasan kepemilikan serta tingkat dan bentuk sewa beli yang harus digunakan. Microsoft untuk mengembangkan perusahaan melakukan penjualan saham dengan harga 21 dolar dan ditutup 28 dolar pada 1986. Harga saham  Microsoft mencapai harga puncak 119 dolar pada 1999. 

Alokasi modal meliputi pertimbangan prioritas untuk proyek alokasi modal, dasar seleksi akhir proyek dan alokasi modal yang diperbolehkan manajer operasional tanpa persetujuan manajer yang lebih tinggi. Microsoft tidak membagi deviden dari 18 September 1987 sampai 16 Januari 2003. Modal yang diperoleh digunakan untuk mengembangkan proyek Microsoft Office yang diluncurkan pada 1989 dan Windows 3.0 yang dikeluarkan pada 1990.  Pada 1993 mengeluarkan Windows NT 3.01 dan pada 1995 meluncurkan Windows 95 yang dilengkapi Internet Explorer serta MSN (Microsoft Network). Pada 1996 mengeluarkan Windows CE.1.0. dan pada 1997 meluncurkan Internet Explorer 4.0. serta pada 1998 memunculkan Windows 98. Windows XP dirilis pada 2001

Alokasi deviden dan manajemen modal kerja mencakup pertimbangan pembagian laba yang harus dibagikan sebagai deviden, kestabilan deviden, bentuk deviden lain selain uang tunai, kebutuhan arus kas, saldo kas minimum dan maksimum, kebijakan kredit, kebijakan penagihan kredit, ketentuan waktu dan prosedur pembayaran. Berkshire Hathaway lebih memberi tekanan pada membangun kekayaan bersih perusahaan daripada mengalokasi lebih besar pada pembagian deviden, seperti AOL Time Warnet, Exxon Mobil dan Toyota. 

 

Katsuaki Watanabe

Katsuaki Watanabe

Toyota Motor Company  pada 31 Maret 2007 memperoleh keuntungan bersih secara total 23,95 triliun yen, meningkat 13,8 % dibanding tahun fiskal sebelumnya. Kontribusi positif dari pendapatan operasional 720,0 milyar yen terdiri dari 330,0 milyar yen dari usaha pemasaran, 290,0 yen dari efek positif perubahan kurs mata uang asing dan 100 milyar yen dari usaha pengurangan biaya. Toyota Motor Company  membagi keuntungan tunai separuhnya sebagai deviden untuk waktu enam bulan senilai 70 yen per lembar saham, meningkat 15 % dibanding periode yang lalu, sehingga total deviden yang dibayarkan satu tahun penuh adalah 120 yen perlembar saham. Presiden Toyota Motor Company, Katsuaki Watanabe mengatakan “ Hasilnya rasio deviden yang dibagikan meningkat dari 21,3 % menjadi 23,4 %, berusaha terus-menerus untuk menuju ke sasaran kita sebesar 30 %”.

 

Sumber : msuyanto

Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments


Pojok Abdullah Gymnastiar

Suyanto Consulting

Jadwal Shalat


Sponsor

Client MQFM